Showing posts with label Pengamatan. Show all posts
Showing posts with label Pengamatan. Show all posts

Tuesday, 11 July 2017

LAPORAN PENGAMATAN ANATOMI LABA-LABA

LAPORAN PENGAMATAN ANATOMI LABA-LABA


BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
          Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipang dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin; secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau nefridia.
Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.
II. Tujuan
            Adapun tujuan yang dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk mengamati hewan laba laba secara morfologi dan anatomi, dan untuk mengetahui cara membunuh serangga tanpa merusak tubuhnya





BAB II
ISI
I.        Dasar Teori
            Dalam klasifikasi terdapat kingdom/dunia animalia (hewan). Kingdom animalia dapat dibagi menjadi beberapa filum seperti filum vermes dan Filum Arthropoda. Yang termasuk filum vermes yaitu Platyhelmintes, Nemathelminthes, dan Annelida. Sedangkan yang termasuk filum Arthropoda yaitu Crustcea, Arachnida, Insecta, dan Myriapoda (Chilopoda dan Diplopoda). Kita sebagai makhluk ciptaannya patut bersyukur dengan apa yang telah di ciptakannya. Di bumi ini, keanekaragaman hewan sangat beragam jenisnya. Oleh karena itu, kita perlu mengklasifikasikannya untuk mempermudah dalam memepelajarinya. Klasifikasi bertujuan untuk memepermudah mengenal objek yang beranekaragam dengan cara melihat/mencari persamaan dan perbedaan ciri dan sifat pada objek tersebut. Keuntungan yang diperoleh dengan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup yang dipelajari serta mempermudah dalam penaman nama ilmiah.
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Organisme yang tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki jumlah spesies yang saat ini telah diketahui sekitar 900.000 spesies. Hewan yang tergolong arthropoda hidup di darat sampai ketinggian 6.000 m, sedangkan yang hidup di air dapat ditemukan sampai kedalaman 10.000 meter.
Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat / laler, kecoa.
Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam
Hewan arthropoda memiliki bentuk tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata, dan tubuhnya bersegmen. Tubuh ditutupi lapisan kutikula yang merupakan rangka luar (eksosketelon). Ketebalan kutikula sangan bervariasi, tergantung dari spesies hewannya. Kutikula dihasilkan oleh epidermis yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. Pada waktu serangga mengadakan pertumbuhan, kutikula akan mengalami pengelupasan.
Kutikula berfungsi melindungi tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh serangga dan dapat menjadi tempat melekatnya otot, terutama yang berhubungan dengan alat gerak. Otot serangga merupakan otot serat lintang yang susunannya sangat kompleks. Otot ini diperlukan untuk melakukan gerakan yang cepat.
Tubuh Arthropoda terdiri atas caput (kepala), toraks(dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-segmen. Pada laba-laba dan udang, kepala dan dadanya bersatu membentuk sefalotoraks, tetapi ada juga spesies yang sulit dibedakan antara kepala, toraks, dan abdomennya, seperti pada lipan. Pada tiap-tiap segmen tubuh ada yang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak dilengkapi alat gerak.
Hewan arthropoda memiliki organ sensoris yang sudan berkembang, seperti mata, penciuman, serta antena yang berfungsi sebagai alat peraba dan pencium. Tingkat perkembangannya sesuai dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya.
Sitem peredaran darah terdiri atas jantung di bagian dorsal. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki kapiler darah. Jantung berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh.
Hewan arthropoda yang hidup di air ada yang bernapas dengan menggunakan insang, sistem trakea, paru-paru buku, atau pada beberapa spesies melalui permukaan tubuh. Sistem ekskresi menggunakan saluran malpighi. Sistem saraf dinamakan sistem saraf tangga tali karena terdiri atas dua ganglion dorsal yang memiliki dua saraf tepi. Setiap saraf trepi dihubungkan oleh saraf melintang sehingga merupakan tangga tali.
Sistem pencernaan dimulai dari mulut, usus, dan anus. Mulut ada yang berfungsi untuk menjilat seperti pada lalat, menusuk dan menghisap seperti pada nyamuk, serta menggigit seperti pada semut.
Anggota filum arthropoda dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan betina. Fertilisasi arthropoda terjadi secara internal. Telur banyak mengandung kuning telur yang tertutup oleh cangkang. Hewan arthropoda ada yang mengalami metemorfosis sempurna, metemorfosis tidak sempurna, dan ada yang tidak bermetamorfosis.
Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua). Hasil fertilisasi berupa telur
Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah.
Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput
Filum arthropoda dibagi menjadi empat kelas, yaitu Crustcea, Arachnida, Insecta, dan Myriapoda (Chilopoda dan Diplopoda).
1.      Crustacea
Crustacea (dalam bahasa latinnya, crusta= kulit) memiliki kulit yang keras.Udang, lobster, dan kepiting adalah contoh kelompok ini. Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang hidup di darat. Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.Entomostraca adalah crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai parasit. Contoh hewan ini adalah Daphnia, Cypris virens, dan Cyclops sp.
2.      Arachnoidea
Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja. Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies. Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm. Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup secara bebas maupun parasit.Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora. Arachnoidea dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan Acarina.Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen abdomen terakhir, contoh hewan ini adalah kalajengking (Uroctonus mordax) dan ketunggeng ( Buthus after).    Pada Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat), contoh hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba kemlandingan (Nephila maculata). Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina sp.).
Berikut adalah ciri-ciri dari salah satu hewan Arachnoidea yang sering kita jumpai, yaitu laba-laba. Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior. Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput (kepala) dan bagian toraks (dada). Pada sefalotoraks terdapat sepasang kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki untuk berjalan. Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada mulut. Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas.
Didalam spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen. Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik. Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsa. Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea. Paru-paru buku adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen. Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula (tunggal=tubulus) Malpighi. Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus.Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar koksal. Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta).
3.      Insecta
Insecta (dalam bahasa latin, insecti = serangga). Banyak anggota hewan ini sering kita jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut, capung, jangkrik, belalang,dan lebah. Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah. Karena itu pula sering juga disebut hexapoda. Insecta dapat hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat. Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang.Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.
Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.
Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan abdomen. Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal (oseli). Insecta memiliki organ perasa disebut palpus. Insecta yang memiliki syap pada segmen kedua dan ketiga. Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh. Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea. Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta. Pada abdomen juga terdapat tubula malpighi, yaitu alat ekskresi yang melekat pada posterior saluran pencernaan. Sistem sirkulasinya terbuka. Organ kelaminnya dioseus.
Perkembangan Insecta dibedakan menjadi tiga :
-        Pertama Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud. Contohnya kutu buku (lepisma saccharina)
-        Kedua Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut. Insecta muda disebut nimfa. Ringkasan skemanya adalah telur–nimfa (larva) –dewasa (imago). Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
-        Ketiga Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sangat berbeda (sempurna). Tahapnya adalah sebagai berikut ; telur–larva–pupa–dewasa. Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali. Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa. Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa. Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa. Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.

Berdasarkan sayap, Insecta dibedakan menjadi dua sub-kelas :
-        Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang. Umumnya berkembang secara ametabola. Contoh hewan kelas ini adalah kutu buku.
-        Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.
Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan metamorfosisnya. :
·         Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir.
·         Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang. Contohnya walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus).
·         Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)
·         Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala. Contohnya capung (pantala).
Endopterigota dibedakan menjadi :
·         Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal. Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)
·         Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang. Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)
·         Diptera hanya memiliki sepasang sayap. Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)
·         Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap. Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos) Peran Arthropoda bagi manusia
Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi manusia. Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut :
·         Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi. Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor.
·         Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
·         Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)
Sementara yang merugikan manusia anatara lain :
·                          Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.
·                          Menimbulkan gangguan pada manusia.Misalnya caplak penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk
·                          Hama tanaman pangan dan industri.Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk Perusak makanan.Contohnya kutu gabah.
4.      Myriapoda
Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki) merupakan hewan berkaki banyak. Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita. Myriapoda hidup di darat pada tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu. Bagian tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks dan abdomen. Tubuhnya memanjang seperti cacing. Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli (mata tunggal). Tubuhnya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota badan pada tiap segmennya. Setiap segmen terdapat lubang respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea. Ekskresinya dengan tubula malpighi. Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi seksual secara internal. Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.

II.     Alat dan Bahan
            Alat :
·         Lup
·         Pinset
·         Gunting
·         Bak bedah
·         Alkohol
·         Kapas
·         Jarum Pentul
Bahan :
·         Laba-laba
III.      Cara Kerja / Prosedur
            Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
Ø  Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan.
Ø  Berikan alkohol pada laba- laba dengan menggunkan kapas, agar laba-laba mati.
Ø  Rentangkan laba-laba pada bak bedah dengan menggunakan peniti.
Ø  Amati bagian morfologi laba-laba.
Ø  Catat bagian morfologi sertakan dengan gam bar morfologinya.
Ø  Potong tubuh laba-laba dengan cara simetri Bilateral.
Ø  Amati anatomi tubuh laba-laba.
Ø  Gambar bagian-bagian anatomi pada lembar kerja.

IV.      Data
Struktur morfologi laba-laba (bentuk tubuh tampak dari luar)
Struktur tubuh bagian dalam laba-laba

-          4 pasang kaki
-          Abdomen
-          Spigot
-          Kepala terdiri dari :
·         Sefalotorak
·         Khelisera
·         Pedipalpus
·         8 mata


-          Kelenjar racun
-          Tubula malphigi
-          Lambung
-          Usus
-          Jantung
-          Trakea
-          Paru-paru buku
-          Kelenjar Spinneret
-          Kelenjar koskal
-          Tulang belakang


I.              Analisis Data
Morfologi laba-laba :
Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior.Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput (kepala) dan bagian toraks (dada). Pada sefalotoraks terdapat sepasang kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki untuk berjalan. Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada mulut. Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma.Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas. Didalam spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen. Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik. Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsa.
Anatomi laba-laba :
Struktur Anatomi Laba-laba terdiri dari beberapa organ penting. Di daerah sefalotorak terdapat khelisera, pedipalpi, mata dan tungkai Khelisera merupakan sepasang organ yang digunakan untuk menaklukkan mangsa atau menggigit sebagi bentuk pertahanan kalau terancam. Pada beberapa kelompok laba-laba alat ini digunakan sebagai alat menggali (pada kelompok laba-laba penjerat), untuk mengangkut mangsa dan membawa kantung telur pada beberapa laba-laba lainnya.
Setiap khelisera terdiri atas bagian dasar yang kuat (paturon) dan bagian gigi taring yang dapat bergerak (fang). Fang ini terletak di dalam celah dan akan bergerak saat berfungsi. Di dekat bagian ujung setiap fang terdapat lubang halus tempat keluarnya venom, yang berasal dari kelenjar venom di bagian dasar kelisera. Mulut laba-laba terletak tepat di belakang kelisera. Sebagian besar laba-laba mempunyai 8 mata terletak di bagian depan sefalotoraks.
Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas. Didalam spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen. Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik. Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsa.
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea. Paru-paru buku adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen. Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula (tunggal = tubulus) Malpighi. Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus.
Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar koksal. Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta).



BAB III
PENUTUP
I.        Simpulan
Sama seperti makhluk hidup pada umumnya, laba-laba juga beradaptasi dengan caranya sendiri. Laba-laba dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menyesuaikan fungsi organ dan bentuk tubuhnya. Contohnya, laba-laba mampu mengeluarkan benang sutra, kemudian laba-laba membuat jaring untuk menjerat mangsanya. Jaring laba-laba juga berfungsi sebagai rumah bagi laba-laba.
 Meskipun tidak sesempurna sistem organ pada manusia, sebagai hewan invertebrata laba-laba mempunyai sistem organ yang cukup lengkap. Di dalam tubuh laba-laba terdapat sistem pencernaan, sistem ekskresi, sistem pernapasan dan mungkin sistem organ lainnya yang belum teridentifikasi.

           II.               Saran
      Dalam praktikum membedah tubuh hewan invertebrata harus diperlukan kesabaran dan ketelitian dikerenakan ukuran tubuhnya yang kecil. Alangkah baiknya jika hewan tersebut masih dalam keadaan hidup dan masih sehat, kita tidak boleh semena-mena langsung melakukan pembedahan.



DAFTAR PUSTAKA
                 Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta
Rusyan, adun.2011.Zoologi invertebrate (teori dan praktik). Alfeta. Bandung.
http://asihnurhayati.blogspot.com/2009/02/morfologi-laba-laba.html

Saturday, 25 June 2016

Laporan Praktikum Pengamatan Difusi, Osmosis, Dan Plasmolisis (Transpor Pasif Sel Hewan Dan Tumbuhan)

Pengamatan Difusi, Osmosis, Dan Plasmolisis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
           Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan sang Pencipta dan tulus.
           Setiap makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Sel merupakan unit fungsional, karena sel melakukan suatu fungsi kehidupan, seperti sintesis protein, proses pertumbuhan, perkembangan dan lain-lain. Interaksi sel, baik dengan sel lainnya maupun dengan lingkungannya sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel tersebut. Intersaksi sel dilakukan dengan cara transport melalui membrane plasma. Interaksi ini dapat berupa transport aktif atau transport pasif. Mekanisme ini dapat kita amati dengan melakukan praktikum sederhana yang tidak membutuhkan bahan yang sulit didapat seperti menggunakan kentang, kecap yang dilarutkan, dan yang lain-lainnya.

1.2.   Tujuan
·         Mengamati fakta gejala difusi
·         Mengamati fakta gejala osmosis
·         Mengamati fakta gejala plasmolisis

BAB I
PEMBAHASAN
2.1.   Dasar Teori
           Transpor pasif merupakan transpotasi sel yang dilakukan melalui membrane tanpa membutuhkan energi. Transpor pasif meliputi :
1)      Difusi
        Difusi adalah proses pergerakan partikel, molekul, ion, gas atau cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah hingga tercapai suatu keseimbangan. Molekul hidrofobik dan molekul polar berdifusi melalui membran ganda fosfolipid. Contohnya adalah peristiwa masuknya oksigen (O2) dan keluarnya karbon dioksida (CO2) pada respirasi sel.
2)      Difusi dipermudah
·         Difusi yang dipermudah oleh saluran protein. Molekul polar yang berukuran besar tidak dapat melewati membran ganda fosfolipid, namun dapat berdifusi melalui saluran yang dibentuk oleh protein integral. Saluran ini dapat membuka dan menutup dikarenakan adanya rangsangan listrik atau kimiawi. Contohnya molekul neurotrasmiter yang dapat membuka saluran sehingga ion Na+ dapat masuk ke dalam sel.
·         Difusi dipermudah oleh protein transport. Protein transport spesifik terhadap zat dan tempat pengikatan molekul yang diangkutnya.. Protein transport dapan berubah bentuk saat mengikat dan melepas molekul. Protein transport pada membrane memudahkan difusi molekul asam amino dan glukosa.
3)      Osmosis
        Adalah proses bergeraknya molekul pelarut (air) dari larutan dengan konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonik). Melalui selaput selektif permeable. Contohnya adalah air laut yang meskipun memiliki beragam jenis zat terlarut, molekul airnya tetap akan bergerak ke larutan gula yang konsentrasinya sangat tinggi.
·         Osmosis pada sel berdinding (tumbuhan, alga, jamur). Jika pada larutan hipertonik air di dalam sel akan keluar sehingga sel mengerut dan menjauhi dinding sel disebut plasmolisis. Namun, jika berada dalam larutan hipotonik air akan masuk ke dalam sel sampai ukuran tertentu diding sel akan memberikan tekanan balik, sehingga sel akan membesar sampai batas tertentu, yang disebut turgid.
·         Osmosis pada sel tak berdinding (hewan). Jika sel hewan berada dalam larutan hipertonik maka air dalam sel akan keluar dari sel, sel akan mengerut (krenasi). Jika sel berada dalam larutan hipotonik maka air akan masuk ke dalam sel yang mengakibatkan sel membengkak bahkan pecah (lisis).
           Salah satu gejala osmosis dapat diamati menggunakan kentang, sedangkan difusi dapat diamati dengan cara melarutkan kecap atau sirop dalam air tanpa diaduk. Peristiwa plasmoisis juga dapat diamati meggunakan daun Rheo discolor.
2.2.   Alat dan Bahan
Alat :
·         Pisau
·         3 atau 4 buah gelas beker
·         Pelubang buah
·         Sendok
·         Silet
·         Preparat
·         Mikroskop
·         Pipet tetes
Bahan :
·         Kecap
·         Kentang
·         Daun Rhoeo Discolor
·         Larutan gula 30%
·         Larutan garam 1%, 5%, 10%, 15% dan 20%
·         Pipet tetes

2.3.   Cara Kerja
2.3.1.      Difusi
1)      Tuangkan 50 mL air ke dalam gelas beker
2)      Teteskan satu sendok kecap ke dalam gelas
3)      Amati perubahan air sampai kecap terlarut sempurna dalam air
4)      Catatlah waktu yang diperlukan untuk kecap terlarut sempurna dengan air
2.3.2.      Osmosis
1)      Melubangi kentang sedalam mungkin, tetapi jangan sampai menembus bagian bawahnya
2)      Mengisi 1/3 lubang dengan larutan gula
3)      Meletakkan kentang ke dalam gelas, mengusahakan ukuran gelas sama dengan lebar kentang
4)      Menuangkan air sesuai dengan tinggi kentang
5)      Mengamati perubahan tinggi cairan dalam lubang kentang
6)      Mencatat perubahan volume air dalam gelas
2.3.3.      Plasmolisis
1)      Buatlah beberapa sayatan tipis dari daun Rhoeo Discolor
2)      Teteskan larutan garam pada sayatan di atas kaca objek
3)      Amati dengan mikroskop keadaan sel
2.4.   Data
·         Difusi             : Kecap terlarut sempurna selama +/-3,5 jam
·         Osmosis         : Volume air berkurang 2,5 mL selama +/- 4 jam, air dalam lubang juga menglami penambahan tinggi beberapa millimeter
·         Plasmolisis     : Sel terlihat mengecil menjauhi dinding sel
2.5.   Analisis Data
2.5.1.      Difusi
    Kecap termasuk dalam larutan hipertonik, sedagkan air berperan sebagai larutan hipotonik. Difusi adalah proses pergerakan partikel, molekul, ion, gas atau cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah hingga tercapai suatu keseimbangan. Pada praktikum yang kami lakukan terlihat setelah lebih dari 3,5 jam kecap terlarut aau tercampur merata pada gelas yang berisi air.Jadi, kecap yang terlarut dalam air menunjukkan peristiwa difusi.
2.5.2.      Osmosis
    Larutan gula dalam lubang kentang berfungsi sebagai larutan hipertonik, sedangkan air berperan sebagai larutan hipotonik. Osmosis adalah proses bergeraknya molekul pelarut (air) dari larutan dengan konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonik).Pada praktikum yang kami lakukan tinggi larutan dalam lubang kentang (berada dalam dinding kentang) mengalami perubahan menjadi lebih tinggi, sedangkan volume di luar kentang mengalami pengurangan,karena air yang berada diluar kentang berpindah ke dalam kentang. Berdasarkan hal ini, maka peistiwa tersebut menunjukkan peristwa osmosis.
2.5.3.      Plasmolisis
Plasmolisis adalah mengerutnya sel karena sel berada dalam larutan hipertonik. Salah satu contoh larutan hipertonik adalah larutan garam, sel yang ditetesi larutan garam berwarna merah keunguan lalu selnya menjauhi dinding sel. Semakin tinggi konsentrasi garam maka semakin cepat sel mengalami plasmolisis.


BAB III

PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
Dalam praktik yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Difusi adalah proses mengalirnya zat cair dari larutan konsentrasi tinggi ke larutan konsentrasi rendah melalui membran selektif permeabel.
2.      Osmosis adalah mengalirnya zat cair dari larutan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi melalui membran selektif permeabel.
3.      Plasmolisis adalam peristiwa menjauhnya membran sel dari dinding sel pada tumbuhan dikarenakan sel berada pada larutan dengan konsentrasi tinggi.

3.2.   Kritik dan Saran
1.      Berhati-hati dalam membuat lubang pada kentang agar tidak sampai menembus dasar kentang.
2.      Tinggi air dalam gelas beker disesuaikan dengan tinggi kentang agar ait tidak masuk ke dalam lubang kentang.
3.      Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal.



DAFTAR PUSTAKA


             Buku Biologi Erlangga kelas XI kurikulum 2013
              http://widimaterial.blogspot.co.id